Taman
tradisional merupakan suatu taman yang berasal dari budaya, adat-istiadat
Indonesia, etnik yang bersifat tradisional atau taman dalam konteks keseluruhan
alam lingkungan sekitarnya bersifat natural atau alami (Holthum, 2009). Menurut
Vincent (2009), taman Indonesia yang autentik hanya dapat dilihat di Pulau
Jawa, daerah Jawa Barat (tanah Pasundan) maupun Jawa Tengah (Yogyakarta dan
Surakarta) serta di Pulau Bali.
1. Taman Jawa Barat (Pasundan)
Gazebo di Pasundan
Rumah Bambu
Pancuran Air dari Bambu
2. Taman Bali
3. Taman Keraton Yogyakarta
2 Pohon Beringin di Alun-Alun
Konsep taman Jawa bersifat
simbiolik yang mengkaitkan dengan kehidupan manusia secara total, yakni melalui
pemilihan dan penataan tanamannya terutama yang berbentuk pohon besar. Konsep
taman Jawa ada beberapa tingkatan menurut nilai hirarkis, yaitu: Kraton
Yogyakarta beserta Taman Sarinya (“water
palace”), taman dalam Pangeranan, dan taman rumah kampung dan pedesaan.
Dalam setiap tingkatan hirarkis ini, pemilihan jenis tanaman dan penataanya
memiliki makna dan fungsi yang berbeda-beda.
Konsep
yang mendasari perancangan lingkungan Keraton Yogyakarta adalah tanaman dengan
bagian-bagiannya, yaitu: bunga, batang, daun, akar dan buah. Beberapa tanaman
tertentu mempunyai tempat tersendiri dalam konsep fungsional arsitektural
dengan kualitas sesuai pemahaman manusia Jawa. Sebagian besar tanaman tersebut
merupakan pohon yang mempunyai bunga yang harum atau buah atau tajuk yang luas.
Taman Jawa Barat terdiri
dari unsur batu dan air yang mengalir, sehingga taman gaya ini lebih mendekati
suasana alam pegunungan. Unsur suara di taman bukan hanya dari gemerciknya air
tetapi juga dari suara yang ditimbulkan dari pancuran bamboo yang mengekuarkan
suara khas bamboo yang saling bersahutan. Kebiasaan kehidupan masyarakat Jawa
Barat menjadi unsur pelengkap taman yang sering tidak diketahui makna dan
falsafahnya oleh kalangan awam
Ciri khas taman tradisional
gaya Bali terdiri dari pohon kamboja (juga pandan bali), patung batu, lampu
taman, kolam, gapura dan gazebo tradisional yang biasa dikenal sebagai bale
bengong. Untuk lokasi di daerah pesisir laut kita juga dapat menambahkan pohon
sadeng dan kelapa yang mencirikan taman tropis. Terdapat tiga jenis pohon
kamboja yang dapat dipergunakan untuk taman antara lain kamboja putih, kamboja
merah dan kamboja kuning. Kamboja putih cenderung memiliki diameter besar
dengan permukaan batang pohon yang kasar (tampilan batang inilah yang menjadi
daya tarik seni pohon kamboja ini). Ada dua
macam pohon kamboja putih ini yaitu kamboja putih daun besar dan daun
kecil. Kamboja putih daun besar biasa kita temui di area pekuburan

Salah satu sudut Taman di Kota Palembang
jenis
tanaman yang dapat dijumpai yaitu, yaitu tanaman pacar Cina (Aglaia odorata), melati (Jasminum sambac), cempako (Magnolia champaca), teratai (Nymphaea alba), kamboja (Plumeria rubra L.), pinang (Areca catechu)
dan sirih (Piper betle).
Bunga Teratai
Tanaman
indigenious merupakan tanaman asli daerah di Indonesia yang berasal dari daerah
atau ekosistem tertentu. Tanaman ini biasa tumbuh di pekarangan rumah sebagai
tanaman penghias atau digunakan sebagai tanaman pagar (Dalimartha, 2002).
Ampera Bridge
TERIMA KASIH
Tidak ada komentar:
Posting Komentar